KONSEP STRIVING FOR SUPERIORITY PADA SISWA PENYANDANG TUNADAKSA DI SEKOLAH INKLUSIF ISLAM E-mail
Kamis, 06 September 2012 06:00

Abstrak


Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui konsep striving for superiority pada siswa penyandang tunadaksa yang ada di sekolah inklusif islam yang meliputi bentuk-bentuk striving for superiority dan faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya konsep striving for superiority pada siswa penyandang tunadaksa tersebut. Penelitian ini dilakukan di tiga sekolah yang berbeda, (1) SMP Muh I Simpon Surakarta, (2) SMP Ta’mirul Islam Surakarta, dan (3) SMP Muh 2 Kartasura.
Subjek penelitian ini berjumlah 3 siswa yang di ambil secara purposive sampling, yaitu pengambilan subjek berdasarkan atas ciri-ciri dan kriteria-kriteria tertentu, seperti; (1) Siswa tunadaksa yang sekolah di sekolah inklusif, (2) Usia 13-18 tahun.
Data dalam penelitian ini diambil melalui wawancara, observasi, tes psikologi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa compensation adalah satu-satunya bentuk striving for superiority yang digunakan oleh penyandang tunadaksa untuk mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada pada dirinya. Konsep striving for superiority yang dilakukan oleh siswa penyandang tunadaksa tersebut dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor internal yang berupa self-control, dan faktor eksternal yang berupa dukungan sosial yang diberikan kepada penyandang tunadaksa.


Kata kunci: Tunadaksa, striving for superiority, inklusif

 

File lengkap bisa diunduh disini.

 

Login Admin



Pengunjung

mod_vvisit_counterHari ini33
mod_vvisit_counterTotal124336

Online

Kami memiliki 5 Tamu online